tiap detik adalah amanah, tiap detik adalah ibadah, tiap detik adalah takwa.. Demi masa, sesungguhnya hari ini dan esok adalah keniscayaan, fitrah bagi setiap insan, untuk pengaplikasian keimanan..
"Membumi dalam keragaman, rela mati demi ketaqwaan.."
Radityo Akhmedika Fauzie, pribadi yang sedang ada di hadapan teman2 sungguh sedang berjuang keras akan suatu perjalanan.. yang baru, yang curam, yang berbeda dengan apa yang sudah terpikirkan.. Dunia kedokteran, kamahasiswaan, kehidupan di suatu daerah baru, sosialitas yang menuntut kedewasaan lebih, juga ikhtiar akan pengaplikasiaan keimanan dan Islam yang tidak dapat ditawar kadarnya.. Setelah menyelesaikan studi di SMAN 1 Depok, sekarang saya menapak di Fakultas Kedokteran UNPAD.. Dengan masih dan akan terus berlimpah rasa syukur terhadap Alloh s.w.t akan tiap detik yang saya lalui, semoga jiwa taubat dalam hati yang mengiringi setiap langkah tidak akan pernah pudar. Karena diri yang nampak di hadapan temen2 hanyalah sebuah kumpulan sistim organ yang ditiupkan ruh oleh-Nya, yang mana pribadinya rentan akan dosa, khilaf, jahil, nafsu, dan maksiat..
Legislative SMANSA Depok
Banyak kata, canda, duka, dan lara yang tak terkira makna nya.. kalaupun aku mati, dan dilahirkan kembali menjadi orang lain, aku akan tetap mencari kalian.. -radit-
Wajah polos tiga bocah
Mungkin suatu hari, adik laki-laki ku menjadi pilar utama dalam dakwah kampus nya.. menjadi motor penggerak berwibawa dalam organisasinya.menjadi inisiator perubahan dalam proses perkembangan wawasan bangsa nya.menjadi seorang ikhwan yang membumi dalam kebermanfaatan,tapi tidak merindukan status dan kedudukan..Dan adik perempuan ku,menjadi seorang akhwat yang cantik luar biasa karena perhiasan-perhiasan nya..dimana ia menghias suara nya dengan Al-Quran..menghias mata nya dengan welas asih dan kasih sayang..menghias tangan nya dengan akhlakul karimah..menghias kaki dan tubuh nya dengan Istiqomah.. dan menghias hati nya dengan keikhlasan..
Untuk kenyamanan temen2 juga dalam melihat2 posting saya, maka temen2 bisa melihat2 sesuai dengan menu posting yang udah radit group di bawah ini. Enjoy my site, dan jangan ragu2 untuk memberi comment ya..
“Manejemen adalah melakukan suatu hal dengan benar.. Kepemimpinan adalah melakukan hal yang benar..”
-Peter F. Drucker-
Kepemimpinan diciptakan, sebagai sebuah karunia, bukan sebuahpetaka,, sebagai keniscayaan, bukan sebuah warisan,,diproses, bukan dipaksakan.. Berbagai figur besar hadir menghiasi lembar-lembar sejarah dengan karakter agung nya dalam memimpin. Inspirasi-inspirasi termahsyur pun selalu memopulerkan kepemimpinan dengan berbagai waktu dan metode berbeda. Para pembawa Firman Tuhan pun selalu menjadi seorang pemimpin dengan kebijaksanaan besar , yang dengan berbagai perjuangan mengubah mata pandangan dunia beserta warga nya untuk mengikutinya. Mereka yang berhasil membawa bangsa serta warga nya ke puncak kemakmuran , pastilah memiliki karakter pemimpin yang inspiratif, teladan, merangkul, dan inisiasi perjuangan. Bukan lah suatu kebetulan Nelson Mandela mendapat kehormatan tertinggi diantara warga Afrika sampai sekarang ini, tapi karakter kepemimpinan nya lah, yang berangkat dari keberanian menentang paham-paham zalim, kesabaran nya dalam jeruji selama puluhan tahun, serta gerakan masif nya dalam mensejajarkan hak-hak kaum hitam lah yang mencatat nama nya sebagai pemimpin besar Tanah Mozambik tersebut.
Lalu apa yang menyebabkan sifat-sifat kepemimpinan menjadi suatu karakter yang dirasa mahasiswa perlu untuk menumbuhkan nya..? bukan kah diantara berbagai orang , hanya dibutuhkan satu orang pemimpin?
Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau pun jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya.
Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau transformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out).
Justru seringkali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka yang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dan maximizer.
Karena esai ini hendaknya dimulai dengan penjelasan tentang pribadi diri saya, maka muqadimah di kesempatan kali ini akan banyak menceritakan tentang diri saya, segala hal yang pernah terbesit di angan-angan saya, serta harapan dan impian insan ini akan dirinya, sahabatnya, keluarganya, negaranya, dan terutama agamanya.
Orangtua saya memberi nama Radityo Akhmedika Fauzie. Banyak yang bilang kalau arti “akhmedika” adalah harapan orangtua saya agar saya kelak mengenakan jas putih dan berkalungkan stetoskop saat bekerja. Hmm.. saya tidak pernah menanyakan langsung ke mereka, tapi kalaupun itu maksudnya, saya sudah membuka harapan mereka tersebut dengan berada disini sekarang. Thanks to Alloh for that. Hembusan nafas pertama saya pada hari Rabu tanggal 14 Maret 1990, di desa Sarijadi Kota Bandung. Setelah bertahun-tahun berkelana di Jakarta dan Depok, akhirnya saya sekarang kembali ke Bandung untuk menuntut dan menjemput ilmu. Berkuliah di Fakultas Kedokteran banyak memberikan wawasan baru dan menantang kepada saya. Rasanya semangat dan hasrat yang telah lama teristirahatkan kembali bangkit saat berada di kampus ini. Hal yang sangat memicu nya adalah kemahasiswaan dan segala momentum yang terkandung di dalam nya yang benar-benar menarik bagi diri saya. Saya pun selalu mencoba memberikan kontribusi terbaik, walaupun dalam praktiknya saya masih harus banyak belajar dan mengkaji ilmu-ilmu nya. Bagi saya, walau bagaimana pun aktif nya diri kita dalam kegiatan kampus, entah kenapa akan terasa melengkahi jika kita tidak meneteskan keringat untuk angkatan kita sendiri. Dalam keluarga angkatan, saya mendapatkan amanah sebagai kadiv akademis. Inilah amanah pertama saya saat menginjakkan kaki di Fakultas Kedokteran. Setelah itu berbagai kepanitiaan saya ikuti, dan berbagai organisasi saya coba untuk terdaftar di dalam nya. Organisasi yang saya ikuti sampai hari ini adalah SENAT FK UNPAD, CIMSA, DKM Asy-Syifa, UKM Basket FK Unpad, UBBU, dan AISEC. Sedangkan untuk kepanitiaan, beberapa yang terbaru adalah Koordinator Sesi Acara Seminar Nasional Zaphran Saphire, Koordinator Logistik LKMM Nasional 2009, Koordinator Logistik OSPEK 2009, Koordinator Book Charity CIMSA, dan Staf Sesi acara MEDEX DKM Asy-Syifa. Dalam acara MEDEX tersebut, saya mendapat kesempatan untuk menjadi pembicara. Semua hal diatas saya jalani masih dengan keterbatasan ilmu yang saya punya. Terkadang saya merasa memang agak memaksakan diri dalam menerima amanah, namun saya selalu tanamkan dengan niat beramal dan tawakal, Alloh akan membimbing nya.
Karakter yang saya rasa miliki, terkadang lembut, terkadang keras. terkadang rajin, lebih sering nya malas. terkadang korelis, terkadang sangwinis. apa bisa dibilang gak punya karakter ya ? Hmm.. yang jelas saya punya beberapa (baca=banyak) kekurangan. Yaitu malas, kurang istiqomah, kurang supel dengan lingkungan baru, kemampuan adaptasi kurang, gampang bosan, mudah ngantuk, ingin menyelasaikan apa pun dengan secepatnya,dan tidak telaten. Sebenarnya malu harus menybutkan itu semua. Saya harus secepatnya manghapus kata malas dalam index kehidupan saya. Joseph Stalin yang tadinya hanya seorang buruh gembala kambing, tidak pernah malas untuk selalu menulis artikel mengenai kemelaratan para petani dan pemerintahan saat itu. Hingga akhirnya Lenin mengajaknya dalam partai poitik, dan dia dengan gemilang menggantikan Lenin yang wafatmenjadi penguasa Uni Soviet di tahun 1917. Terlepas Stalin akhirnya tercatat dalam daftar lima diktator terbesar sepanjang masa, hikmah yang benar-benar harus saya ambil adalah bagaimana sifat malas merupakan tembok tinggi yang menghalangi setiap manusia untuk meraih kesuksesan nya. Jika ditanya mengenai kelebihan diri, saya lebih malu untuk menjawabnya. Karena takut salah. Takut bahwa kenyataannya tidak, dan ini hanya tingkat percaya diri berlebihan saja. Tapi saya coba untuk menyebutkan nya saja. Mungkin saya termasuk orang yang suka bertualang, penuh ambisi, selalu ingin tahu, dan loyal terhadap sesuatu. Dalam perjalanan Islam, Rasul pun hijrah. Karena itu saya memasukkan sifat bertualang dalam kelebihan diri. Saya mempunyai beberapa impian dan harapan. Namun agar tidak membingungkan, yang saya sebut disini sebagai impian adalah apa yang saya impikan tentang diri saya. Apa yang akan saya capai, saya lalui, dan saya kontribusikan. Sedangkan harapan disini saya artikan akan apa yang saya harapkan mengenai lingkungan hidup saya, agama saya, dan segala hal yang ada di sekeliling saya. Ya, saya juga mempunyai impian. Yang pertama adalah hal yang paling dasar dari hakikat kehiduapan abadi kita semua, yaitu agama. Saya ingin naik haji di usia muda. Yah. Jikalau tidak bias pun, keinginan kedua saya adalah menunaikan nya dengan anak-anak dan istri saya kelak. Saya juga ingin secepatnya menghapal Al-Quran. Yang menyedihkan adalah belum ada hal nyata dan konkret yang sudah saya lakukan untuk mewujudkan nya. Sungguh kontras jika dibandingkan kegigihan Imam Syafi’I cilik yang saat usia 12 tahun saja sudah hafiz menghapal Al-Quran. Malu dengan seekor siput, yang dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa dia senantiasa berzikir tak henti siang dan malam. Pengabdian abadi yang sebenar-benarnya menunjukkan peran seorang hamba. Selain itu, saya juga mempunyai impian lain, walaupun tidak sebesar yang pertama saya sebutkan. Sejak pertama masuk Fakultas Kedokteran, saya sudah mengimpikan suatu saat dapat menjadi seorang dokter spesialis anastesi yang handal. Bukan untuk memperkaya diri dan materi insyaAlloh, namun untuk pengabdian kepada profesi, dan tantangan aktualisasi diri. Tapi, tidak semerta-merta ingin menjadi dokter spesialis saja, walaupun hanya sebentar, saya harus setidaknya sekali bekerja sebagai dokter LSM. Kembali, untuk sebuah pengabdian. Jika mengingat kisah sahabat Rasul yang bernama Khalid, sungguh tiada bandingan akan arti totalitas, loyalitas, dan kualitas mengabdinya. Prajurit jazirah Arab ini sebenar-benarnya tidak pernah gentar akan pasukan perang kaum Musyrikin. Bahkan Rasul pun memberikan julukan kepadanya; Pedang Alloh. Subhanalloh. Sesungguhnya, hasrat dan impian di dalam insan ini sangatlah banyak. Namun, cukup satu lagi saja yang saya akan sebutkan. Dan impian itu adalah inginnya saya secepatnya menikah. Ya, menyempurnakan agama, menghalalkan nafsu yang sudah fitrah adanya, dan mengikuti Sunnah Sang Baginda. Berkali-kali saya katakan ini kepada beberapa teman dan sahabat, namun ternyata hanya sedikit yang sependapat akan hikmah nya. Hati saya yakin bahwa satu-satunya halangan yang ada sekarang untuk mewujudkan impian tersebut adalah dua; pertama kapabilitas diri , dan kedua tidak ada calon nya.
Seperti yang sudah saya katakan, saat saya sebutkan harapan , maka hal tersebut berarti apa yang saya harap akan terwujud oleh lingkungan yang ada di sekitar hidup saya. Harapan pertama adalah tingginya harap saya akan kembalinya kejayaan Kaum Muslimin di muka bumi. Akan selalu teringat bagaimana Rasul kita dari kota Mekkah yang terbelakang dan sebenar-benarnya jahil, membawa kejayaan Islam sampai seantero Jazirah Arab. Bahkan Umar “Al-Faruuq” ibnu Khatab memperluasnya hingga tanah Persia dan Spanyol. Lalu, apa yang terjadi sekarang? Hal lain yang menjadi harapan saya adalah Negeri Indonesia menemukan kemakmuran sejatinya. Bukan hanya masalah ekonomi yang merudung bangsa kita saat ini, namun krisis akhlak dan pemikiran lah yang sesungguhnya sedang terjajah di bangsa kita saat ini. Bangit! Itulah kata yang dibutuhkan bangsa sekarang. Saya juga memiliki harapan akan kampus saya tercinta Fakultas Kedokteran Unpad. Suatu tempat yang mencetak dokter-dokter yang siap mengabdi bagi masyarakat ini, selalu saya harapkan dapat menjadi yang terbaik di negeri ini. Bukan untuk sebuah penghargaan, namun indikatornya adalah lulusan-lulusan dokter yang jujur, berhati sosial, religious dalam praktiknya, dan beretika mulia bagi sesama.
Pemimpin memang suatu peran yang sangat strategis. Namun itulah letak krusial dalam pemilihan nya. Peran pemimpin tersebut tidak dengan mudah dapat diserahkan kepada siapa saja. Ada sebuah teori yang mengatakan bahwa pemimpin sejati adalah pemimpin dengan 4Q. Q yang pertama dari kata Quality. Pemimpin berkualitas tinggilah yang dapat menginspirasi. Q yang kedua dari kata Quotient. Seperti pada singkatan IQ, EQ, SQ. Artinya adalah Kecerdasan atau Intelejensi. Tidak perlu diperdebatkan lagi akan pentingnya aspek ini bagi seorang pemimpin. Q yang ketiga dari Bahasa Cina, yaitu kata Qi. Kata tersebut bermakna energi. Bukan sembarang energi, namun energi kebangkitan, energi perubahan, energi kekuatan, dan energi kasih saying. Dan Q yang terakhir didapat dari bahasa Arab, yaitu Qolbu, yang berarti hati. Pemimpin yang memiliki hati mulia lah yang dapat menggerakkan jiwa-jiwa rakyatnya yang haus akan perubahan, dengan hati dan niat yang suci lah ia mengarahkan pergerakkan setiap raga yang ia pimpin, dan dengan kalimat-kalimat patriotis yang tentunya diiiringi lagi-lagi oleh hati yang tawadu’ lah yang dapat menerangi lerung-lerung kegelapan inspirasi.
Kepemimpinan memang butuh sebuah dauroh, butuh pelatihan khusus. Karena itulah saya berniat untuk mengikuti LKMM Wilayah ini. Motivasi yang mendorong saya untuk ikut serta adalah memperoleh kemampuan organisasi yang lebih baik. Kefakiran akan ilmu yang seringkali menaungi saya harus perlahan saya lawan dengan aktif mengikuti dan memaksakan diri untuk aktif dalam acara-acara pelatihan seperti ini. Aspek lain yang menjadi motivasi saya adalah Menginisiasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam bertindak dan menyelesaikan masalah , Meningkatkan kemampuan dalam hubungan antar personal dan komunikasi yang baik , Mendapat pengalaman baru , Menambah teman , Mengetahui kelebihan dan kekurangan diri lebih dalam lagi , Memperoleh skil2 yang berguna untuk ibadah, amal, dan dakwah , serta Menyusun proposal hidup yang (mendekati) sempurna. Ya, saya memang sedikit mengutip kalimat “proposal hidupku” dari buku Jamil Azzaini. Isi nya yang sangat syarat makna, yang pada intinya hidup ini memang dapat ditata sedemikian rapihnya agar kita mengakhirinya dengansebuah senyum yang sempurna.
Lalu apa yang terjadi kemudian? Semua itu tentu untuk rangkaian tindakan nyata. Latihan tersebut hanya sebuah inisiasi. Yang menjadi indikator keberhasilan nya adalah bagaimana tiap materi dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata, khususnya dalam organisasi yang sehari-hari menyegarkan tiap kejenuhan yang mengelilingi kehidupan kampus. Hal yang akan saya lakukan setelah mengikuti LKMM wilayah ini adalah mempraktikan ilmu2 yang didapat dengan lebih aktif dalam kegiatan yang bermanfaat dalam organisasi. Selain itu, saya akan mencoba lebih beristiqomah dalam mengoptimalkan afiliasi, partisipasi, dan kontribusi dalam peran keorganisasian yang saya jalani. Hal lain yang mungkin saya pikir akan cukup bermanfaat, khususnya bagi teman-teman yang tidak dapat mengikuti pelatihan ini adalah pembuatan artikel, bisa dalam bentuk notes atau blog yang saya miliki, mengenai materi2 yang disampaikan saat pelatihan, agar semua orang bisa menangkap ilmunya dan besar harapan mereka bisa mempraktikkan nya sama atau bahkan lebih baik seperti yang diikuti oleh peserta LKMM wilayah ini. Sekian..
Setiap orang memang punya beragam pandangan mengenai seperti apa mereka melalui masa2 remaja nya. Terutama saat berkutat di lingkungan kampus, atau nama lain dunia kemahasiswaan. Mungkin sebagai seorang mahasiswa yang masih tergolong awam dan minim akan wawasan kemahasiswaan, pandangan pribadi saya akan dunia kampus pun masih terbatas. Di tambah dengan berbagai "tembok" (yang juga dirasakan semua mahasiswa kedokteran) yang menghalangi saya dalam menyentuh luasnya dunia kampus,terutama di kampus saya, Unpad. Memang sudah banyak yang merumuskan akan macam2 mahasiswa dan kecenderungan kegiatan nya. seperti mahasiswa hedon yang benar2 membuat kampus sebagai arena senang2, lalu mahasiswa study oriented yang index prestasi adalah segalanya dan siap mengorbankan apapun untuk itu, dan mahasiswa aktivis organisasi yang memusatkan kegiatan nya dalam wadah organisasi.
Namun yang akan saya uraikan, adalah bagaimana tipe2 mahasiswa di kampus saya Fakultas Kedokteran. Klasifikasi yang diatas pun tetap ada, namun satu hal yang berbeda di kampus kedokteran, banyak mahasiswa yang masuk dalam dua kategori sekaligus, bahkan bisa juga termasuk tiga2nya. Disinilah bisa saya lihat sosok2 mengagumkan yang bersosialitas serta berorganisasi dengan cemerlang, namun index prestasi serta pemahaman akan akademik nya pun tetap terdepan. Golongan orang2 "multiple oriented" seperti ini, tidak sedikit di fakultas kedokteran.
Beberapa dari mereka yang saya tanyakan akan bagaimana kiat tepatnya, selalu mengatakan disiplin adalah kunci utama. Hal tersebut sangat menggugah semangat serta motivasi mahasiswa baru seperti saya dan teman2, yang tentunya perlu role model dalam mengarungi kehidupan di fakultas kedokteran. Jadwal akademis yang sangat padat, tuntutan pemahaman yang cukup rumit, dan ujian yang seringkali tidak dapat terprediksi, adalah hal yang lumrah dan wajib dilalui mahasiswa kedokteran. Namun,jikalau kita terpaku serta tidak dapat dengan baik mengelola waktu yang ada, maka kita dapat terperangkap dan melewatkan kesempatan emas sebagai seorang mahasiswa, yang sepatutnya memperluas wawasan dalam berbagai pandangan.
Sebagai makhluk yang selalu sulit untuk ber istiqomah, manusia memang terkadang sering sekali terpuruk akan perencanaan masa depan nya. Tentu jikalau kita melihat lebih luas di sekitar kita, banyak dari teman atau sanak saudara kita yang tidak mendapatkan penghidupan, atau kondisi yang seperti apa yang mereka inginkan atau cita2 kan.
Lalu, sebenarnya apa yang menjadi titik awal kesalahan sehingga menghasilkan kondisi2 demikian?? dunia ini sudah dirancang sedemikian rupa oleh Alloh s.w.t untuk selalu seimbang, lalu apakah kondisi2 demikian juga karena memang sudah perencanaan Alloh untuk menyeimbangi kehidupan?? ada yang kaya, maka harus ada yang miskin?? ada yang sukses, maka harus ada yang gagal dan terpuruk?? Mungkin iya,, atau mungkin juga karena kesalahan pada masing2 individu dalam men "set" apa yang ingin mereka gapai, perancangan angan2 pribadi, cita-cita, dan yang lebih penting, apa yang mereka harus lakukan untuk menggapainya..
Temen2 pasti udah pada tau kan tentang konsep MHMMD ( Mengelola Hidup dan Merencanakan Masa Depan). Konsep perencanaan hidup yang dicanangkan oleh Ibu Marwah Daud Ibrahim Ph.D ini, adalah kumpulan metode dan langkah2 yang dibutuhkan oleh seseorang dalam merencanakan masa depan nya. Karena terkadang, manusia belum lah memaksimalkan potensi2 yang terkandung di dalam dirinya. Wlliam James bahkan menyatakan bahwa manusia rata-rata mengembangkan hanya 10% dari potensi yang ia miliki.
Lalu, bagaimana sebenarnya kelebihan2 dari diri kita yang perlu kita ketahui dan kembangkan?? Jika temen2 punya karakter gigih, disiplin, tekun, dermawan dan ulet, hal2 demikian juga dapat menjadi potensi atau modal dasar temen2 untuk menggapai sukses. Apalagi jika ternyata kelebihan temen2 berupa bakat tertentu, seperti melukis, membuat puisi, otak-atik motor, olahraga, nyanyi, atau merdu dalam membaca Al-Quran, jelaslah temen2 perlu banget mengembangkan bakat2 tersebut menjadi lebih bermanfaat dalam kehidupan temen2 seperti sosial, karir, bahkan ekonomi..
Begitulah tujuan dan garis besar dari konsep MHMMD. Dan berikut adalah 12 poin yang perlu dilakukan dan sudah mencakup step demi step untuk perncanaan penggapaian cita2 temen2 berdasarkan konsep MHMMD; 1. Kenalilah asal dan masa lalu diri sendiri. 2. Ketahui potensi saat ini. 3. Akan kemana atau menjadi apakah saya nanti?? 4. Peluang dan profesi apa saja, bukan masalah. yang penting mencintainya. 5. Jangan ragu untuk hijrah. Dengan kata lain, jangan terikat akan lokasi. 6. Fokus!! Karena sinar laser yang dapat memotong besi pun karena fokus nya. 7. Menguraikan rencana sampai sedetil2 nya : dari awal sampai akhir. 8. Menyusun proses dan langkah pencapaian tujuan. 9. Susunlah peta hidup diri sendiri. (bisa meniru tokoh2, yang sudah terkenal akan kesuksesannya) 10. Kelola waktu secara efektif. 11. Belajar dari prinsip dan kiat sukses. 12. Pelajari biografi tokoh.
Setiap orang ingin sukses, apapun caranya. Namun untuk meraihnya, tentu saja tidak mudah. Dibutuhkan perjuangan yang tidak ringan untuk meraih sukses yang Anda damba. Namun untuk mewujudkannya, ada baiknya jika Anda mencontoh tujuh hal yang melekat pada diri orang-orang sukses. Philip Humbert memperkenalkannya untuk Anda di bawah ini:
1. Tingkat pemahaman mereka Hal pertama yang mengagumkan dari orang-orang sukses adalah tingkat pemahaman mereka atas diri mereka sendiri. Mereka tahu nilai-nilai dan tujuan-tujuan mereka. Mereka pun merasa nyaman dengan pilihan yang telah mereka buat dalam hidup ini. Jika mereka melakukan kesalahan mereka menyesalinya, namun mereka mampu berdamai dengan masa lalu. Mereka juga penuh gairah, percaya diri, dan optimis dalam memandang masa depan.
2.Tujuan yang jelas Orang-orang yang sukses memiliki tujuan yang tertulis, mulai dari apa yang harus mereka lakukan dalam 30 hari hingga program 10 tahun. Misalnya, para atlet yang sukses memiliki target untuk mencapai skor tertentu. Sedangkan pemimpin bisnis menuliskan target penjualan mereka. Mereka semua juga memiliki tujuan pribadi dan keluara yang dinyatakan secara detil sebagaimana tujuan profesional mereka. Saran yang kita semua pernah dengar bahwa: Tulislah tujuan Anda, benar-benar bekerja dan bermanfaat.
3.Hubungan yang kuat Mereka semua memahami jaringan hubungan teman dan kolega mereka. Mereka memberikan penghargaannya pada pelatih atau rekan yang pernah mengajari mereka segala sesuatu. Mereka juga membukakan pintu kesempatan yang diperlukan. Mereka sangat berterima kasih dan menghargai bahwa kesuksesan adalah buah dari jalinan kemitraan dengan banyak orang yang berbeda selama bertahun-tahun.
4.Idealisme yang mengagumkan Hal yang cukup menonjol dari orang-orang sukses adalah idealisme mereka. Mereka semua ingin melakukan suatu perubahan, mengisi hidup ini dengan penuh tujuan dan makna, atau meraih sebuah mimpi. Mereka dimotivasi dengan gairah untuk menciptakan dunia yang lebih baik, menyumbangkan sesuatu dan menolong orang lain.
5.Pragmatisme yang luar biasa Seimbang dengan idealisme mereka, orang-orang yang luar biasa sukses ini ternyata juga amat praktis. Mereka berfokus pada pemecahan masalah, dan menggunakan tehnologi, informasi dan ketrampilan untuk meraih tujuan-tujuan yang terpenting. Mereka tidak tertarik pada teori-teori atau mempertahankan pilihan masa lalu dan tradisi-tradisi tua. Mereka menginginkan cara-cara yang praktis untuk menolong mereka sendiri dalam meraih tujuan.
6.Rasa ingin tahu yang dalam Mereka mengobservasi budaya, membaca surat kabar, membaca tentang industri mereka. Mereka pun berusaha mempelajari semua hal yang ada di sekitar mereka. Mereka membaca tentang politik dan agama. Mereka ingin tahu tentang bursa saham dan belajar memasak. Saya terkejut bahwa sebagian besar dari mereka bukanlah ahli di bidang-bidang yang tersebut tetapi mereka amat terdidik, cerdas dan penuh rasa ingin tahu.
7.Disiplin pribadi Mereka tidak mau membuang-buang waktu dan membohongi diri mereka sendiri. Mereka tidak membesar-besarkan atau mengecil-ngecilkan suatu masalah. Mereka tidak menggeneralisir. Orang-orang ini amat tepat saat mereka berbicara mengenai usia, hubungan, usaha atau impian-impian mereka. Angka dan tanggal, dollar dan sen, detil amat penting bagi mereka. Mereka mudah untuk diajak bicara dan jelas dalam berkomunikasi.
Setiap ketrampilan di atas memang dapat dipelajari oleh setiap orang! Tidak ada rahasia sukses. Sedangkan bakat, keluarga atau keberuntungan hanyalah sebagian kecil saja dari semua ini. Orang-orang yang amat sukses ini tahu apa yang mereka inginkan, dan menggunakan hubungan mereka, kerja keras, kesabaran dan disiplin untuk mencapai hasil yang luar biasa. Demikian juga Anda! Semoga Anda sukses....!
Kesempatan.., sebuah kata mini yang masih sedikit orang memaknai, dan menyadari. Tentu kata tersebut masih kalah bersaing dengan segenap baris kata inspiratif populer seperti perjuangan, idealisme, pengorbanan, promosi, fiksi, keadilan, kebenaran, realitas bahkan sekarang yang mulai ikut terkenal adalah independen.. Sebelum membahas dan memaknainya, kita berangkat dari suatu analogi; "bayangkan anda adalah seekor kijang,yang didera rasa haus yang sangat berat.. air hanya ada di seberang jurang,yang hanya dihubungkan oleh sebuah jembatan kayu yang lapuk.. "
Jikalau anda sebenar-benarnya kijang tersebut,tentu jembatan lapuk itulah hidup anda saat ini.. Dan jembatan tersebutlah yang kita sebut sebuah "kesempatan". Analogi kijang tersebut sebenarnya terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.. banyak "jembatan2" yang terkadang nyata atau tidak visualisasinya tidak kita hiraukan.. Serangkaian kata2 populer diatas juga kalau dikaji lebih lanjut dimulai dari "jembatan" tersebut.. Tanpa bersikap munafik, tentu kita semua tahu kalu indonesia tidak akan merdeka dari Jepang jika tentara sekutu tidak mengalahkan Jepang di perang pasifikII. Kata2 yang mewakili peristiwa tersebut selalu proklamasi, pejuangan, merdeka dan sebagainya..
Pernahkah terpikir kalau momentum (kata lain="kesempatan") saat itu juga satu aspek yang memegang peran besar dari hasil yang didapat saat itu.. Yah,orang sering mengesampingkan makna kesempatan dari setiap peristiwa besar. Padahal,itulah hal nyata yang paling bisa diterapkan dalam kehidupan setiap manusia.. Apakah semua orang bisa menjadi proklamator?? Apakah seorang ibu hamil juga harus mengikuti upacara kemerdekaan baru disebut menghargai sejarah??
Tentu "memanfaatkan kesempatan" lah poin yang selalu dapat kita ambil dari setiap torehan sejarah.. Yang jauh lebih penting adalah kesempatan untuk "merayu" Tuhan, yaitu waktu hidup kita..
"Kami tak meminta kalian datang kesini dan berperang bersama kami.. Kami hanya ingin,kalian mendoakan kami.. dan memberi bantuan kpd kami.. Agar di akhirat nanti,di hadapan Alloh YA Khaliq, kami dapat mengatakan, bahwa kalian juga berjuang bersama kami, menangis bersama kami, dan ikut berjihad bersama kami.."
Adinda Shaliha
Sebenernya saya punya 2 adik, tp karena yang cowok udah mulai bandel, jadi gak saya taro deh fotonya.. haha!! ;b piss Bam!!